Pengetahuan

PERDAGANGAN BERJANGKA

Perdagangan Berjangka adalah suatu sistem perdagangan yang dilakukan dalam bentuk perdagangan kontrak standar meliputi komoditi, emas,index saham dan forex yang dapat diperjual-belikan sebelum kontrak tersebut jatuh tempo. Kontrak tersebut dapat diperjual-belikan berulang kali melalui pialang berjangka sebelum jatuh tempo penyerahan barang sesuai dengan keinginan pelaku pasar.

Dewasa ini perdagangan berjangka sudah menjadi primadona baru yang sangat menarik bagi kalangan nasabah yang selama ini berinvestasi di perdagangan saham, reksadana ataupun perdagangan fisik lainnya. Di pihak lain, para pebisnis pendatang baru juga sudah mulai meramaikan bisnis perdagangan berjangka, setelah selama ini menjadi salah satu lahan perbankan dan fund manager dalam mencetak income (revenue)

Dengan akses global, sarana pendukung dan SDM handal yang Kami miliki mendorong para nasabah untuk dapat memanfaatkan perdagangan berjangka sebagai sarana investasi, pengalihan resiko (transfer of risk) melalui tindakan lindung nilai (hedging) dan mendapatkan referensi harga dari pembentukan harga yang transparan (price discovery).

MARGIN TRADING

Transaksi perdagangan dengan menggunakan margin trading merupakan salah satu fasilitas yang disediakan bagi anda untuk melakukan transaksi melebihi modal yang disetorkan.

Margin dalam perdagangan indeks merupakan uang jaminan (collateral) yang anda setorkan kepada perusahaan pialang berjangka sebagai security deposit yang tujuannya untuk menjamin bahwa anda mampu memenuhi kewajiban pembayaran sehingga anda bisa melakukan transaksi melalui perusahaan pialang tersebut.

Dalam UU No.32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, margin didefinisikan sebagai sejumlah uang atau surat berharga yang harus ditempatkan nasabah kepada pialang berjangka, pialang berjangka kepada anggota kliring berjangka, atau anggota kliring berjangka kepada lembaga kliring berjangka, untuk menjamin pelaksanaan transaksi kontrak berjangka.

TWO WAYS OPPORTUNITY

Prinsip dasar dari two ways opportunity adalah membuka posisi sesuai dengan kecenderungan pasar, artinya membeli (open buy) saat harga cenderung naik/ menguat (bullish) dan ditutup dengan menjual (sell liquid) saat harga lebih tinggi atau bila harga cenderung turun (bearish).

Sebaliknya bisa juga membuka posisi awal dengan menjual (open sell) pada saat harga tinggi atau cenderung turun kemudian ditutup dengan membeli ( buy liquid ) pada harga yang lebih rendah. Dengan kata lain membeli saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi. Keuntungan didapat dari selisih harga jual dan harga beli.

LINDUNG NILAI

Aktivitas hedging dalam perdagangan berjangka adalah untuk melindungi nilai suatu aktivitas perdagangan di luar bursa.
Dengan melakukan hedging maka idealnya kerugian yang dialami dalam transaksi fisik akan dapat tertutupi oleh keuntungan yang didapatkan dari aktivitas perdagangan berjangka. Layanan hedging merupakan suatu layanan terpisah dari layanan transaksi. Layanan ini meliputi :
Analisis Lindung Nilai (Hedge Analysis) dan Rancangannya (Hedge Design)
– Penghitungan korelasi bisnis riil nasabah dengan instrumen-instrumen hedging
– Penentuan instrumen hedging yang paling cocok
– Penetapan koefisien hedging yang diperlukan

ANALISA PASAR

ANALISA FUNDAMENTAL
Analisis finansial merupakan hal dasar yang perlu dilakukan sebelum bertransaksi sehingga berpotensi mendapatkan potensi return paling maksimal meskipun potensi kerugian masih terbuka. Tanpa ada analisis yang baik dan rasional, potensi kerugian yang akan anda alami makin besar.
Dalam trading, dikenal dua pendekatan untuk menganalisis pergerakan pasar yaitu analisis fundamental (fundamental analysis) dan analisis teknikal (technical analysis).

Analisis fundamental cenderung melihat apa yang akan terjadi di depan, bisa juga dikatakan analisis fundamental dibuat untuk menjawab pertanyaan “apa?”. Analisis teknikal cenderung melihat kejadian-kejadian masa lalu selalu berulang, sehingga dapat menjadi acuan dalam memprediksi perilaku masa yang akan datang (history repeats it self), seakan-akan analisis ini dibuat untuk menjawab pertanyaan “kapan?”.

Faktor Fundamental
Analisis fundamental secara global merupakan analisis yang berdasarkan faktor pengaruh perekonomian, keamanan, politik, keuangan, kebijakan pemerintah dan hal eksternal yang berhubungan dengan negara tempat indeks itu berlangsung atau indeks lain yang berhubungan dan berdampak pada penawaran dan permintaan. Akan tetapi, tidak ada satu faktor yang berpengaruh secara dominan.

Faktor-faktor fundamental yang sifatnya luas dan kompleks tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu:

Faktor politik,
Ada kalanya perkembangan politik suatu Negara berdampak pada pergerakan indeks saham, namun ada kalanya tidak membawa dampak apa pun.

Faktor keuangan,
Adanya perubahan dalam kebijakan moneter dan fiscal yang diterapkan oleh pemerintah, terutama dalam hal kebijakan yang menyangkut perubahan tingkat suku bunga, akan membawa dampak signifikan terhadap perubahan dalam fundamental ekonomi. Perhatian terhadap suku bunga ini terutama harus dipusatkan pada tingkat suku bunga riil, bukan pada tingkat suku bunga nominal karena perhitungan tingkat suku bunga riil telah menyertakan variable tingkat inflasi.

Faktor eskternal,
Perubahan ekonomi yang terjadi di suatu Negara dapat membawa dampak (regional effect) bagi perekonomian negara-negara lain yang ada di kawasan yang sama. Dalam era global asset allocation, arus portofolio modal tidak lagi mengenal batas-batas wilayah negara. Para fund manager, investor, dan hedge funds melakukan investasi secara global dan sangat mencermati perubahan ekonomi, bukan hanya dalam lingkup satu negara melainkan juga meluas hingga ke dalam lingkup satu kawasan/regional tertentu bahkan di seluruh dunia.

Faktor ekonomi,
Indikator ekonomi adalah salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan bagian penting dari keseluruhan faktor fundamental.

Indikator-indikator ekonomi yang sering digunakan dalam analisis fundamental adalah:
• Gross National Product (GNP)
Gross National Product (GNB) adalah total produksi barang dan jasa yang diproduksi oleh penduduk negara tersebut baik yang berdomisili di dalam maupun luar negeri dalam suatu periode tertentu.
• Gross Domestic Product (GDP)
Gross Domestic Product (GDP) adalah jumlah seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara baik oleh perusahaan dalam negeri maupun oleh perusahaan asing yang beroperasi di negara tersebut pada suatu periode tertentu, biasanya dirilis setiap kwartal.

GDP terdiri atas empat komponen utama yaitu:
– Konsumsi.
– Investasi.
– Belanja pemerintah.
– Nilai ekspor bersih.

Ada tiga cara untuk menghitung GDP yaitu:
– Menjumlah total nilai dari produksi barang dan jasa.
– Menambahkan jumlah pengeluaran atas barang dan jasa pada saat penjualan.
– Mendapatkan pendapatan produsen dari penjualan barang dan jasa.

Memang agak sulit untuk mengukur nilai GDP secara tepat. Ini karena setiap negara memiliki ekonomi yang non-official yang sering disebut sebagai black economy yang terdiri atas transaksi-transaksi yang tidak dilaporkan pada pemerintah.

Inflasi
Inflasi adalah peningkatan harga secara umum dalam perekonomian. Tingkat inflasi digunakan sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi karena mencerminkan tingkat GNP dan GDP ke dalam nilai yang sebenarnya yang merupakan indikator penting dalam membandingkan peluang dan risiko investasi di mancanegara.

Tingkat inflasi dapat diketahui dan dihitung melalui Indeks Harga Produksi [PPI(Producer Price Index)] dan Indeks Harga Konsumen [CPI(Consumer Price Index)].
• Indeks Harga Produksi (PPI) mengukur rata-rata perubahan harga yang diterima oleh produsen domestik untuk setiap output yang dihasilkan dalam setiap tingkat proses produksi, yang datanya diperoleh dari berbagai sektor ekonomi, terutama dari sektor manufaktur, pertambangan dan pertanian.
• Indeks Harga Konsumen (CPI) digunakan untuk mengukur rata-rata perubahan harga eceran dari sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merefleksikan harga pangan, sandang, papan, bahan bakar, tranportasi, perawatan kesehatan serta barang dan jasa lain yang dibeli untuk kebutuhan sehari-hari.

CPI dan PPI digunakan oleh seorang trader sebagai indikator untuk mengukur tingkat inflasi yang terjadi karena menunjukkan indeks kenaikan harga secara umum. Salah satu cara pemerintah dalam menanggulangi inflasi adalah dengan melakukan kebijakan menaikkan tingkat suku bunga.

Balance of Payment (BOP)
Balance of payment (BOP) adalah catatan dari keseluruhan aktivitas transaksi perekonomian internasional suatu negara dengan negara lain, baik yang bersifat komersial maupun financial pada suatu periode tertentu.

Dengan adanya BOP dapat diketahui apakah suatu Negara mengalami surplus atau deficit.

Secara garis besar BOP dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
• Neraca perdagangan yang merupakan selisih antara total ekspor dan impor barang, jasa, dan transfer. Dalam perhitungannya, neraca perdagangan ini tidak mencakup transaksi-transaksi asset financial dan kewajiban (hutang).
• Aliran Modal yaitu investasi langsung dan investasi tidak langsung. Pada investasi langsung, investor dari luar negeri melakukan penanaman modal dalam aset riil dan biasanya bersifat jangka panjang, misalnya membangun pabrik, gedung perkantoran, dan lain-lain, sedangkan investasi tidak langsung dapat kita temui dalam investasi instrumen keuangan.

Employment Situation (non-farm payroll)
Tingkat pengangguran menjadi suatu indikator yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi riil berbagai sektor ekonomi. Indikator ini dapat menjadi alat untuk menganalisis sehat atau tidaknya perekonomian suatu negara.

Apabila perekonomian berada dalam kondisi baik, maka tingkat penganggurannya rendah. Tetapi jika perekonomian dalam keadaan lesu atau terpuruk, maka tingkat pengangguran pun meningkat.

Employment situation (non-farm payroll) mencerminkan perubahan dari bulan ke bulan jumlah pekerja yang memperoleh gaji/upah resmi (payroll) di sektor non-farm (selain pertanian), yaitu sektor bisnis, pegawai pemerintah, dan lembaga-lembaga yang berorientasi pada profit.

Interest Rate
Interest rate atau tingkat suku bunga nominal suatu negara yang naik lebih tinggi dibanding negara lain membuat para pemodal tertarik untuk berinvestasi di negara tersebut, meskipun demikian perlu diperhatikan apakah kenaikan suku bunga tersebut melebihi laju inflasi atau tidak.

Kurs Valuta Asing
Kurs valuta asing merupakan perbandingan nilai tukar antara suatu mata uang terhadap mata uang lainnya. Kurs ini biasanya digunakan sebagai indikator utama untuk melihat kekuatan ekonomi ataupun tingkat kestabilan perekonomian suatu negara.

Jika kurs mata uang negara tersebut tidak stabil maka dapat dikatakan bahwa perekonomian negara tersebut tidak baik atau sedang mengalami krisis ekonomi. Karena itu, suatu negara perlu memiliki mata uang yang stabil agar perekonomiannya dapat berjalan dengan lancar dan membentuk tren pertumbuhan.

Public Sector Net Cash Requirement (PSNCR)
Public Sector Net Cash Requirement atau kebutuhan tunai sektor public adalah jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Hal ini dibutuhkan karena sering kali pengeluaran pemerintah melebihi pendapatan dari penerimaan pajak, dan satu-satunya cara untuk menambah kekurangannya adalah dari hutang.

Housing Start/Building Permits
Merupakan jumlah proyek perumahan yang mulai dibangun dalam satu periode umum dan merupakan indikator kunci bagi ekonomi. Pentingnya sektor perumahan terletak pada kemampuannya memicu perubahan ekonomi yang menandai perubahan dalam pertumbuhan.

Housing start mempunyai dua kategori, yaitu keluarga tunggal dan keluarga jamak. Dalam dua hal tersebut, satu unit perumahan dihitung sejak mulainya pembangunan pondasi.

Indikator ini sangat dipengaruhi kenaikan dan penurunan suku bunga. Kenaikan suku bunga berakibat pada penurunan penjualan rumah yang pada gilirannya akan menghasilkan penurunan housing start. Sebaliknya, penurunan suku bunga atau suku bunga yang rendah akan memacu penjualan rumah dan housing start.

Personal Income dan Personal Consumtion Expenditure (PCE)
Merupakan pengeluaran perorangan yang menggambarkan perubahan nilai pasar terhadap barang dan jasa yang dibeli oleh perorangan dan merupakan komponen terbesar dari GDP.

Pendapatan perseorangan (personal income) menggambarkan perubahan dalam kompensasi yang diterima tiap individu dari semua sumber termasuk upah/gaji, pendapatan pemilik modal, pendapatan dari sewa, dividen dan bunga, dan lain-lain.

Consumer Confidence Index (CCI)
Indeks ini menunjukkan tingkat optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi melalui kegiatan menabung dan membelanjakan uang mereka.

Makin tinggi indeks ini berarti konsumen optimis bahwa ekonomi akan membaik dan ini akan memberi dukungan positif bagi mata uang.

Retail Sales
Retail Sales merupakan indikator sesungguhnya bagi kekuatan pengeluaran konsumen karena mengukur persentase dari perubahan bulanan total penerimaan dari toko retail, termasuk durable goods dan non-durable goods. Angka-angka retail sales dibatasi oleh pengecualian akan jasa dan hal-hal lain seperti asuransi dan pendapatan resmi (legal fee).

Laporan ini dinyatakan dalam bentuk nominal karena tidak memperhitungkan nilai inflasi.

Dari berbagai indikator diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa factor fundamental merupakan penggerak harga pasar, meskipun harga tetap terbentuk di pihak pembeli dan penjual. Oleh Karena itu, pengetahuan mengenai indikator-indikator fundamental dapat digunakan sebagai pedoman untuk memprediksi sikap pasar dan menjadireferensi sebelum melakukan transaksi investasi.

Selain faktor-faktor fundamental di atas yang mencerminkan kondisi iklim investasi, ada faktor lain yang sangat berpengaruh terhadap perubahan indeks saham, yaitu performa perusahaan yang masuk dalam jajaran blue chips.

Performa perusahaan-perusahaan blue chips sangat berpengaruh karena saham merekalah yang menggerakkan indeks. Jika terjadi peningkatan harga saham-saham blue chips maka dengan sendirinya indeks saham juga akan meningkat, begitu juga sebaliknya.

ANALISA TEKNIKAL
Para investor dan analis menggunakan analisis teknikal (technical analysis) untuk mengindentifikasi apakah kondisi pasar sedang dalam fase bullish atau bearish agar dapat menentukan strategi memanfaatkan tren yang terjadi demi mendapatkan keuntungan.

Dalam penggunaannya, analisis teknikal sering kali mengabaikan hal-hal fundamental. Hal ini terjadi karena faktor-faktor fundamental dianggap telah terefleksi terhadap harga pasar sehingga dapat diabaikan, adanya keyakinan bahwa sejarah berulang dengan sendirinya sehingga pasar bergerak dalam kisaran yang dapat diprediksi dan memiliki pola tertentu dan harga bergerak dalam arah/tren.

Para pengguna analisis teknikal yakin bahwa harga bergerak dalam tiga arah yaitu naik, turun, atau menyamping dan tidak bergerak dalam kondisi acak. Tren ini biasanya bertahan sampai beberapa periode.

Berbeda dengan analisis fundamental yang lebih menekankan prediksi perilaku pasar berdasarkan indikator-indikator ekonomi yang ada dan berorientasi pada masa depan, analisis teknikal lebih kearah prediksi pergerakan harga dengan meilhat data historis yang terjadi di pasar dengan menggunakan matematis (quantitive model).

Grafik/chart membantu menentukan level ideal untuk memasuki pasar dan menyediakan efek visual dari historis pergerakkan harga, sehingga dari grafik anda dapat melihat bagaimana kecenderungan pasar berkaitan dengan harga beli, harga jual, harga tertinggi, harga terendah, dan sebagainya. Sedangkan perhitungan matematis digunakan untuk menghitung ketahanan tren yang sedang terjadi.

PRICE CHART
Grafik harga (price chart) merupakan rangkaian harga yang dituangkan dalam suatu batasan periode waktu yang merekam kejadian yang ada di pasar berkaitan dengan aktivitas jual-beli.

Technician (sebutan untuk analisis teknikal) dan chartist (sebutan bagi pengguna grafik) menggunakan grafik harga untuk menganalisis dan meramalkan pergerakkan harga.

Pada grafik, sumbu y (sumbu vertical) mewakili skala harga dan sumbu x (sumbu horizontal) mewakili skala waktu. Harga dituliskan dari sebelah kiri ke kanan dari sumbu x dengan menempatkan harga terbaru pada sebelah paling kanan.

Ada beberapa tipe grafik yang sering digunakan, di antaranya adalah bar chart, line chart, candlestick chart, dan lain-lain.

LINE CHART 
Line chart mengandung satu nilai saja seperti open atau close, high atau low pada jangka waktu yang telah ditentukan.

Bagi beberapa investor dan trader, harga penutupan (closing price) merupakan informasi yang lebih penting daripada open, high, atau low. Dengan memperhatikan harga penutupan saja maka pergerakkan harga pada hari itu bisa diabaikan.

Line Chart

BAR CHART
Bar chart menggambarkan harga tertinggi (highest price), harga terendah (lowest price), terdapat juga harga pembukaan (opening price) dan harga penutupan (closing price) dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Terdapat suatu garis vertical yang menggabungkan nilai high dan low, tanda penghubung sebelah kiri menunjukkan nilai open dan tanda penghubung di sebelah kanan menunjukkan nilai close.

Bar chart sangat efektif untuk menampilkan data dalam jumlah yang besar karena bentuknya yang relative ramping.
Jika anda lebih cenderung mengamati harga penutupan, bar chart merupakan alat bantu yang cukup efektif dalam menganalisis hubungan harga penutupan dengan high dan low.

Bar Chart

CANDLESTICK CHART 
Grafik ini dibuat pada abad ke-18 oleh Homma Munehisa dari Jepang. Pada awalnya grafik ini digunakan untuk menganalisis harga kontrak padi, karena itu sering disebut sebagaiJapanese Candles. Steven Nison kemudian mempopulerkannya melalui buku Japanese Candlestick Techniques, 1991.

Candlestick chart digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga yang menekankan hubungan antara harga pembukaan dan penutupan, memuat high, low, harga pembukaan dan penutupan.

Candlestick penjelasanCandlestick Chart

Grafik ini biasanya terdiri atas body (dalam buku ini berwarna hitam atau putih) dan garis vertical di atas dan di bawah body (wick) yang menunjukkan harga tertinggi dan terendah. Jika harga turun (bearish) atau harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan, bodyberwarna hitam. Sebaliknya jika harga naik (bullish) atau harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, maka body berwarna putih, tapi bisa juga tidak memiliki body atau wick. Dalam hal pemberian warna, setiap service provider mempunyai ketentuan sendiri.

Selain berbagai macam candlestick pattern, terdapat pula beberapa pola grafik yang menunjukkan perkiraan jangka panjang atau jangka pendek dari pergerakan harga yang dapat dijadikan sebagai konfirmasi dalam melakukan transaksi. Pola grafik merupakan gambaran atau pola dari harga di masa lalu yang diasumsikan akan selalu berulang di masa depan.

Secara umum pola harga mengikuti dua bentuk dasar, yaitu:
1.Pola berkelanjutan (consolidation/continuation pattern)
2.Pola perubahan arah (reversal pattern)

CONSOLIDATION/CONTINUATION PATTERN
Pola berkelanjutan atau consolidation/continuation biasanya terbentuk saat gerakan harga mengalami kejenuhan/koreksi harga di dalam tren.

Pola berkelanjutan lebih sering terjadi dibandingkan dengan pola perubahan arah. Berdasarkan harga teringgi dan harga terendah dalam suatu pola berkelanjutan, maka jarak kenaikan atau penurunan harga (price objective) dapat dihitung.

Cara menganalisis pola berkelanjutan:
Perhatikan tren sebelum pola berkelanjutan terbentuk; kecenderungan harga setelah pola berkelanjutan adalah melanjutkan tren.

Buatlah garis bantu (support dan resistance lines). Karena pola berkelanjutan merupakan hasil yang dibentuk oleh garis bantu, maka dalam kasus ini cara analisissupport dan resistance dapat digunakan.
Bentuk pola berkelanjutan antara lain:

1.Segitiga (triangle)

Segitiga-Triangle
2.Bendera (flag)

Flag
3.Berlian (diamond)

Diamond

Reversal Pattern
Pola reversal atau pola perubahan arah merupakan akhir dan juga awal perjalanan trend. Bentuk pola perubahan arah adalah:

1.Double Top Reversal

Double Top
2.Doble Bottom Reversal

Double Bottom
3.Head and Shoulder

Head and Shoulder

Memang bentuk pola perubahan arah jarang terjadi dibandingkan dengan pola berkelanjutan. Analisis pola perubahan arah dapat dilakukan dengan cara:

1.Perhatikan tren sebelum pola perubahan arah terbentuk kecenderungan harga setelah pola perubahan arah adalah berganti arah tren dari sebelumnya.
2.Buatlah garis bantu; Karena pola ini juga merupakan hasil bentukan garis bantu, maka cara analisis support dan resistance dapat digunakan dalam kasus ini.

Tren
Tren harga suatu indeks saham secara tidak langsung juga menjadi tanda arah pergerakan nilainya, yang terdiri atas tiga arah yaitu uptrend, downtrend, dan sideways.

Trend Pergerakan Harga

Secara mudah dapat dikatakan bila anda melihat grafik harga dan tetap terlihat harga sedang naik, maka tren yang terjadi adalah naik (up trend); sebaliknya, jika anda melihat harga sedang turun maka tren yang terjadi adalah turun (down trend). Namun dalam beberapa kasus terkadang sulit mengidentifikasi apakah harga sedang naik atau turun, sehingga dapat dikatakan tren tidak jelas (trendless). Tren yang tidak jelas adalah ketika harga bergerak kesan kemari dalam sebuah batasan harga, karena itu sering disebut sebagai sideways yang merefleksikan suatu periode keseimbangan dalam harga (price level) permintaan dan penawaran (supply and demand).

Pasar dibentuk dari tren yang berbeda sehingga kemampuan anda dalam mengenali tren yang sedang terjadi akan menentukan kesuksesan atau kegagalan berinvestasi. Dengan mengetahui tren yang sedang terjadi, anda dapat mengambil keputusan beli, jual, atau bahkan tidak melakukan apa-apa. Pada saat tren naik disarankan untuk membeli, saat tren turun disarankan untuk menjual, sedangkan pada saat pergerakan tren pasar mengalamisideways, tindakan yang biasanya diambil adalah tidak masuk dalam pasar.

Analisis tren terikat pada time frame dari grafik yang sedang diamati. Sebuah grafik dengan rentang waktu 1 bulan bisa menunjukkan tren turun, bisa jadi grafik harian menunjukkan tren naik, sehingga hal ini bisa menimbulkan kebingungan.

Batasan harga (price range) dapat digunakan untuk mendapatkan identifikasi yang tepat mengenai tren yang terjadi. Jika terdapat rangkaian harga higher highs dan higher lowsmaka tren sedang naik. Sebaliknya jika terdapat rangkaian harga lower low dan lower highmaka tren yang sedang terjadi adalah turun.

Konsep tren merupakan hal mendasar dalam pendekatan pasar dengan menggunakan analisis teknikal. Garis tren (trend lines) terbentuk pada saat anda menggambar garis diagonal di antara dua atau lebih price pivot points. Price pivot point merupakan titik balik harga.

Support and Resistant
Garis tren adalah garis yang mambatasi pergerakan harga dari indeks saham. Support tren line terbentuk ketika harga menurun dan kemudian berbalik arah pada sebuah pivot pointyang sejajar dengan paling tidak dua support pivot point sebelumnya. Dengan prinsip yang sama dengan support trend line, resistant trend line terbentuk dengan cara yang sama, hanya saja pada saat harga naik dan kemudian berbalik arah pada pivot point.

Fibonacci Retracement
Fibonacci merupakan salah satu teknik analisis pergerakan harga, khususnya mengenaisupport, resistance, dan retracement. Ada beberapa jenis Fibonacci, diantaranya adalah arc, fan, time zone dan retracement. Dari sekian banyak jenis Fibonacci tersebut, retracementmerupakan jenis yang paling sering digunakan karena menunjukkan level tujuan pergerakan harga sesuai dengan support dan resistant.

Fibonacci retracement diperoleh dengan cara menarik sebuah garis tren virtual antara harga terendah dengan harga tertinggi, begitu jg sebaliknya sehingga dihasilkan level-level supportdan resistant dari rasio-rasio Fibonacci.

Support dan resistant digambarkan dengan bentuk garis horizontal yang mewakili level Fibonacci dari 0.0%, 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 100%, 161.8%, 261.8%, 423.6%. Mungkin tidak semua level tersebut akan tampak dalam grafik karena jarak nilai sangat jauh.

Fibonacci Retracement
Garis tren merupakan pendekatan analisis teknikal yang sederhana dan sering digunakan untuk menentukan saat masuk dan keluar pasar. Selain itu, terdapat beberapa indikator untuk mengindentifikasi tren, di antaranya adalah:

FIbonacci Retracement

Bollinger Bands
Indikator ini di kemukakan oleh John Bollinger pada awal tahun 1980-an. Indikator ini memperlihatkan perbedaan antara pergerakan harga dengan harga relatif yang sedang terjadi dalam periode tertentu.

Bollinger bands bentuknya menyerupai sabuk yang menjadi pembatas pergerakan harga yang terdiri atas tiga buah garis yang menunjukkan pergerakan harga secara garis besar, yaitu:

1.Garis simple moving average (SMA) yang terdapat di tengah (middle band).
2.Upper bands yaitu garis batas atas (SMA + 2 standar deviasi).
3.Lower bands yaitu garis batas bawah (SMA – 2 standar deviasi).

Bollinger bands hamper sama dengan moving average envelopes. Perbedaannya,envelopes mengacu pada persentase tetap di atas dan di bawah moving average, sedangkan Bollinger bands mengacu pada tingkat standar deviasi di atas dan di bawahmoving average. Standar deviasi merupakan suatu perhitungan statistik yang mengindikasikan suatu pergerakan harga (volatility) dengan baik. Standar deviasi digunakan untuk mengetahui arah pergerakan mana yang akan bereaksi dengan cepat terhadap pergerakan harga dan direfleksikan pada setiap periode tinggi dan rendah volatility. Karena standar deviasi merupakan hasil pengukuran dari tingkat volatility, maka garis-garis bandsselalu berubah berdasarkan volatilitas yang terjadi: melebar saat terjadi pergerakan besar di pasar dan menyempit saat pasar dalam kondisi lesu.

Bollinger bands paling umum digunakan untuk mengidentifikasi pasar overbought oversold. Pasar overbought atau oversold adalah kondisi pasar ketika harga sudah terlalu naik atau terlalu turun. Apabila harga di dekat upper bands memberikan sinyal pasar overbought, disarankan untuk melakukan penjualan (sell). Apabila harga dekat dengan lower bands, itu menandakan bahwa harga sudah dianggap paling rendah (oversold) secara relatif sehingga merupakan kondisi yang baik untuk melakukan pembelian (buy).

Karakteristik Bollinger Bands:

1.Perubahan harga cenderung terjadi setelah bands menyempit karena berkurangnya pergerakan harga.
2.Ketika harga bergerak melebihi bands maka menandakan tren yang terjadi masih berlanjut.
3.Harga terendah dan tertinggi yang terjadi di luar bands kemudian diikuti oleh harga terendah dan tertinggi di dalam bands menandakan akan terjadi perubahan tren.
4.Pergerakan yang berasal dari salah satu band cenderung untuk bergerak ke arah band berikutnya.

Bollinger Bands

Commodity Channel Index
Commodity Channel Index (CCI) yang di kembangkan oleh Donald Lambert adalah suatu indikator untuk mengidentifikasi pembalikan harga, harga yang ekstrem dan kekuatan tren. Terdapat dua metode dasar dalam interpretsai CCI, yaitu untuk mencari divergence dan menjadi indikator overbought/oversold. Divergence terjadi pada saat harga naik mencapai nilai yang lebih tinggi, tetap CCI menurun dan sebaliknya.

CCI biasanya bergerak dalam rentang ± 100. Bila harga di atas +100 maka bisa diindikasikan overbought dan saat harga di bawah – 100 bisa dikatakan bahwa pasaroversold.

Seperti pada sebagian besar indikator, CCI akan lebih efektif bila digunakan bersama dengan indikator lain, contohnya digunakan bersama momentum oscillator.

Moving Average 
Moving average (MA) merupakan salah satu indikator yang paling populer dan mudah digunakan. Moving average adalah suatu nilai rata-rata dari rangkaian data baik open, high, low, close, volume, atau bahkan indikator yang lain, yang menggunakan data yang selalu bergerak. Dengan mengguanakn harga rata-rata dari harga yang bergerak, MA menampilkan rangkaian data untuk mempermudah mengetahui kecenderungan arah harga di waktu yang akan datang.

Beberapa tipe MA yang sering digunakan adalah simple (aritmetik), exponential, weighted,triangular, dan  variable. Perbedaan setiap metode tersebut terletak pada pemberian bobotnya.

Simple moving average memberi bobot yang sama untuk setiap data. Weighted danExponential memberi bobot lebih pada data terkini; triangular memberi bobot lebih untuk data di tengah periode dan variable mengubah bobot berdasarkan votatilitas harga.

Metode yang sering digunakan dalam interpretasi sebuah MA adalah membandingkan hubungan antara MA dengan harga indeks saham. Bila garis harga memotong garis MA dari bawah, maka mengindikasikan harga cenderung naik. Sebaliknya jika harga memotong garis MA dari atas, harga cenderung turun.

Moving Average

Simple Moving Average: Simple moving average bisa dikatakan sebagai MA yang paling umum dan popular Karena mudah menghitungnya. Simple moving average dihitung dengan menambahkan nilai-nilai dalam periode yang telah ditentukan kemudian dibagi dengan jumlahnya. Hasil yang didapat adalah harga rata-rata dari suatu periode tertentu.

Untuk mendapatkan MA dari harga penutupan dalam periode 50 hari adalah dengan menjumlahkan semua harga penutupan selama 50 hari kemudian jumlahnya dibagi dengan 50.

Periode MA yang paling sering digunakan adalah 20, 30, 50, 100, dan 200 hari. Setiap MA yang didapat menghasilkan interpretasi yang berbeda. Semakin pendek periode yang digunakan, MA yang dihasilkan akan semakin sensitif terhadap perubahan harga. Semakin panjang periode waktu yang digunakan, MA yang dihasilkan akan akan lebih smooth karena tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga atau volume yang sering disebut noise, yang kerap membingungkan dalam interpretasi.

Penggunaan simple moving average sama dengan MA yang lain, yaitu untuk memberikan sinyal jual atau beli.

Weighted Moving Average: Weighted moving average lebih menekankan pada data terbaru disbanding data-data sebelumnya. Dengan kata lain, data baru lebih bernilai dari data sebelumnya. Weighted moving average dihitung dengan mengalikan setiap data dengan sebuah bobot. Bobot ini diperoleh berdasarkan jumlah periode dalam MA.

Exponential Moving Average: Mirip dengan weighted moving average, sama-sama menganggap data terakhir lebih penting dari data sebelumnya. Perbedaannya, exponential moving average tidak melepaskan data yang lama, melainkan menahan semua data yang ada.

Triangular Moving Average: Triangular moving average memberikan penekanan lebih pada nilai tengah rangkaian harga. Triangular moving average bias juga disebut sebagai double-smoothed simple moving averages.

Variable Moving Average: Variable moving average adalah sebuah exponential moving average yang secara otomatis menambahkan smoothing persentase berdasarkan volatilitas dari rangkaian data.

Semakin besar pergerakan data, semakin sensitif smoothing constant yang digunakan dalam perhitunganny. Sensitivitas bertambah dengan memberikan penekanan yang lebih pada data yang sedang diamati.

Parabolic SAR

Parabolic SAR, yang dikembangkan oleh Welles Wilder, digunakan untuk mengidentifikasi perhentian harga (price stop) dalam posisi jangka panjang atau posisi jangka pendek yang mengacu pada stop-and-reversal (SAR).

Parabolic SAR lebih popular untuk menentukan perhentian dibanding untuk menetapkan arah atau kecenderungan. Anda seharusnya menutup posisi jual ketika harga turun di bawah SAR dan menutup posisi beli pada saat harga naik melebihi SAR.

Titik SAR seperti garis bengkok parabola saat mendekati dan menyentuh harga sehingga muncul istilah Parabolic Time Price System. Parabolic Time Price System biasanya diletakkan pada bar chart agar titik berhenti dan berbalik dapat diketahui dengan mudah.

Membuka posisi baru sebaiknya dilakukan saat titik SAR berada cukup jauh dari harga agar ada ruang bagi harga bergerak melawan tren. Direkomendasikan agar indikator ini diset pada 0.02 dan untuk maksimumnya diset pada 0.20.

Saat tren mulai, titik SAR bergerak bersama harga, lalu sedikit demi sedikit jaraknya menyempit bersama dengan berjalannya tren. Hal ini karena adanya factor mempercepat yabg bertambah pada suatu batas tertentu setiap kali tren mencapai extreme baru.

Penjelasan lengkap mengenai perhitungan Parabolic SAR dapat ditemukan dalam bukuNew Concepts in Technical Trading yang ditulis oleh Welles Wilder.

Parabolic SAR

Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Dikembangkan oleh Gerald Appel, Moving Average Convergence Divergence (MACD) merupakan perkembangan dari MA dan merupakan salah satu indikator yang paling dapat dipercaya.

MACD terdiri atas dua garis yaitu MACD line dan signal line. MACD line mengukur perbedaan antara exponential moving average (EMA) jangka pendek dengan EMA jangka panjang.

Signal line adalah EMA dari MACD line.
MACD secara umum digunakan untuk memberikan sinyal beli dan jual, menunjukkan trend dan menunjukkan bullish dan bearish divergence. Sinyal beli dan jual diberikan oleh persilangan antara MACD line dengan signal line. Sinyal beli terjadi ketika MACD line bersilangan dengan signal line dari bawah ke atas. Apabila persilangan ini terjadi di atas garis nol, sinyal yang dihasilkan semakin kuat. Sinyal jual terjadi pada saat MACD linebersilangan dengan signal line dari atas ke bawah; sinyal akan semakin kuat apabila persilangan terjadi semakin di bawah garis nol.

MACD berfungsi untuk menunjukkan arah tren jika tren menambah momentum  dengan bertambahnya jarak antara kedua MA (pendek dan panjang). Tren naik terjadi pada saat kedua garis MACD di atas garis nol dan MACD line di atas signal line. Tren turun terjadi saat kedua garis MACD di bawah garis nol dan MACD line di bawah signal line.

Divergence antara MACD dengan harga menunjukkan down move up sedang melemah.Bullis divergence terjadi ketika harga sedang membentuk Lower lows, tetapi MACD sedang membentuk higher low yang merupakan sinyal down move sedang melemah. Bearish divergence terjadi ketika harga sedang membentuk higer highs, tetapi MACD sedang membentuk lower highs dan merupakan sinyal bahwa up move sedang melemah.

Satu hal yang perlu diperhatikan, divergence memang menunjukkan tren mulai melemah tetapi belum tentu tren berbalik arah (reversal). Konfirmasi reversal harus berasal dari gerakan harga.

MACD

Momentum
Sebagai indikator yang terkemuka, indikator ini mengukur tingkat perubahan harga (rate-of-change)apakah harga naik atau turun dengan taraf yang bertambah atau berkurang dalam masa observasi yang ditetapkan. Momentum dihitung dengan mengurangi harga actual dari harga periode yang telah lewat.

Secara umum momentum digunakan untuk menunjukkan kondisi overbought atau oversoldserta menunjukkan bullish divergence dan bearish divergence. Pasar overbought atauoversold berarti sebuah kondisi pasar di mana harga sudah naik atau turun terlalu jauh sehingga kemungkinan besar terjadi koreksi (retracement).
Jika garis momentum mencapai nilai sangat tinggi di atas garis nol, ini menandakan bahwa pasar overbought. Jika garis momentum mencapai nilai sangat rendah di bawah garis nol, menandakan pasar oversold. Sinyal overbought dan oversold dapat lebih dipercaya dalam pasar yang sedang mengalami non-trending di mana harga sering membuat highs dan lowsyang selaras.

Adanya perbedaan antara garis momentum dan harga menunjukkan tren yang sedang melemah dengan terjadinya bullish divergence atau bearish divergence.

Momentum

Moving Average of Oscillator 
Moving Average of Oscillator merupakan perbedaan antara oscillator dan oscillator smoothing. Dalam hal ini, moving average convergence divergence base-line digunakan sebagai oscillator dan signal line digunakan untuk smoothing.

Moving Average of Oscillator

Relative Strength Index
Relative Strength Index (RSI) merupakan oscillator yang popular digunakan. Diperkenalkan pertama kali oleh Welles Wilder dalam sebuah artikel yang dimuat di Commodities Magazine (sekarang dikenal sebagai Futures Magazine) pada juni 1978.

Relative Strength Index (RSI) adalah suatu grafik batasan momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dari suatu nilai dengan besaran penurunan dari suatu nilai.

RSI bergerak anatara 0 dan 100 dengan 70 dan 30 sebagai batasan bahwa harga ituoverbought atau oversold. Hal ini merupakan parameter tunggal. Periode waktu yang disarankan oleh Wilder adalah 14, tetapi pada perkembangannya periode 9 dan 25 juga sering digunakan.

Menurut Wider ada lima kegunaan RSI dalam menganalisis grafik, yaitu:

1.Tops and Bottom. Top di atas 70 dan Bottoms di bawah 30.
2.Chart Formations. RSI sering membentuk pola grafik seperti head and shoulders,triangles yang mungkin tidak Nampak dalam grafik harga.
3.Failure Swing, sering disebut sebagai support and resistant penetrations ataubreakouts. Terjadi saat RSI melewati previous high (peak) atau turun di bawah recent low (trough).
4.Support and Resistance. RSI terkadang lebih jelas dalam menunjukkan level support and resistance daripada harga itu sendiri.
5.Divergences. Divergences terjadi pada saat harga membentuk new high (atau low) yang tidak dikonfirmasi oleh new high (atau low) pada RSI. Harga biasanya terkoreksi dan bergerak dengan pergerakkan RSI.

Relative Strength Index

Relative Vigor Index
Pada tahun 1972, Jim Waters dan Larry Williams menerbitkan deskripsi tentang A/D Oscillator. A/D berarti accumulation/distribution.

Relative Vigor Index (RVI) merupakan bentuk yang tepat dalam menganalisisaccumulation/distribution karena RVI menggabungkan konsep lama dengan teknologi baru.

Ide dasar dari RVI adalah harga penutupan cenderung untuk ditutup pada level yang tinggi Dari harga pembukaan pada up market, dan cenderung untuk ditutup lebih rendah dari harga pembukaan pada down market.

Relative Vigor Index

Stochastick Oscillator
Dikembangkan oleh George Lane, Stochastic Oscillator adalah suatu indikator momentum yang mengukur harga suatu mata uang atau komoditi sehubungan dengan high/low pada periode waktu tertentu.

Indikator bergerak antara 0 dan 100, dengan pembacaan di bawah 20 adalah oversold dan pembacaan di atas 80 adalah overbought. Sebagai contoh, pada Stochastic Oscillatordengan periode 14, terbaca 30, angka ini menunjukkan bahwa harga saat ini adalah 30% di atas harga terendah dari 14 hari terakhir dan 70% di bawah harga tertingginya saat itu.

Stochastic Oscillator

Metode umum dalam menggunakan indikator ini adalah:
Beli ketika oscillator turun di bawah level tertentu (contoh: 20) kemudian naik melewati level tersebut. Jual ketika oscillator naik di atas level tertentu (contoh: 80) kemudian turun melewati level tersebut. Cari divergence ketika harga cenderung naik dan stochastic oscillator cenderung turun atau sebaliknya.