Agrikultur

OLEIN

Olein adalah produk hasil minyak turunan dari minyak sawit (CPO) yang ditransaksikan di Bursa Berjangka Jakarta (JFX) secara multilateral dengan ukuran kontrak 10 ton (OLE10) dan 20 ton (OLE) per lot serta ditransaksikan setiap hari perdagangan pukul 9.30 WIB – 17.30 WIB.

Adapun jenis kontrak OLEIN yang bisa anda transaksikan secara multilateral adalah sebagai berikut :

Nama Produk Kode Kontrak Satuan Kontrak
Olein 10 Ton Berjangka OLE10 10 Ton (10.000 kg)
Olein 20 Ton berjangka OLE 20 Ton (20.000 kg)

Keunggulan transaksi OLEIN :

  • Transaksi secara Online
  • Standarisasi harga di Bursa.
  • Modal relatif lebih kecil.
  • Tersedia 2 pilihan kontrak; 10 ton (OLE10) dan 20 ton (OLE).
  • Bisa memanfaatkan fluktuasi harga atau serah terima fisik.

Ilustrasi Transaksi:
Investor memprediksi harga Olein akan naik, maka investor membeli Olein 20 ton (OLE) bulan kontrak April sebanyak 1 lot di harga Rp. 10.280/kg. Esok harinya, investor melikuidasi posisi belinya ketika harga naik menjadi Rp. 10.400/kg

Perhitungan Laba/Rugi:
(Nilai Jual – Nilai Beli) X jumlah lot X contract size*
(10.400 – 10.280) X 2 lot X 20.000 kg = Rp. 2,400,000**

* Nilai contract size untuk OLE adalah 20.000 kg, OLE10 adalah 10.000 kg..
** Perhitungan ini adalah ilustrasi dan belum termasuk komisi dan bunga, dapat terjadi sebaliknya jika nasabah mengambil posisi yang tidak searah dengan pergerakan harga.

KAKAO

Saat ini Indonesia memainkan peranan dalam memenuhi kebutuhan pasar biji kakao dunia. Itu terbukti dengan status Indonesia sebagai produsen biji kakao terbesar ketiga dunia. Kebutuhan kakao untuk bahan baku berbagai industri termasuk industri makanan, minuman, kosmetik, dan obat-obatan terus meningkat. Ini menjadi prospek yang sangat bagus bagi para investor khususnya pelaku komoditi kakao. Permintaan dunia yang terus meningkat akan biji kakao, secara langsung membuat harga kako ikut meningkat dari waktu ke waktu.

Ilustrasi Transaksi:
Seorang Investor memprediksi harga kakao akan naik. Untuk itu, pada tanggal 2 mei 2014 ia membeli 5 lot kontrak berjangka kakao (CC5) di harga Rp. 28,000/kg. ia melikuidasi posisi belinya pada harga Rp. 28,500/kg.

Perhitungan Laba/Rugi:
(Nilai Jual – Nilai Beli) X jumlah lot X contract size*
(28,150 – 28,000) X 5 lot X 5.000 kg = Rp. 11,250,000**

* Nilai contract size untuk CC5 adalah 5000 kg.
** Perhitungan ini adalah ilustrasi dan belum termasuk komisi dan bunga, dapat terjadi sebaliknya jika nasabah mengambil posisi yang tidak searah dengan pergerakan harga.

KOPI

Kontrak Berjangka Kopi di Bursa Berjangka Jakarta memberikan dua pilihan kontrak yang bisa anda transaksikan, yaitu Kopi Arabika (ACF) dengan ukuran kontrak 2 ton (2.000 kg) dan Kopi Robusta (RCF) dengan ukuran kontrak 5 ton (5.000 kg). Saat ini Indonesia merupakan produsen kopi nomor tiga terbesar di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Luasnya areal tanam di Indonesia memiliki potensi untuk menjadi produsen kopi terbesar di dunia. JW Futures juga memberikan layanan Tukar Fisik dengan Berjangka (Exhange for Physical) yang memberikan fleksibilitas pada saat serah terima komoditi fisik sekaligus mengoptimalkn menfaat hedging (lindung nilai) di Bursa.

Adapun jenis kontrak kopi yang bisa anda transaksikan secara multilateral adalah sebagai berikut :

Nama Produk Kode Kontrak Satuan Kontrak
Kopi Robusta Berjangka RCF 5 Metrik Ton (5.000 kg)
Kopi Arabika Berjangka ACF 2 Metrik Ton (2.000 kg)

 

Ilustrasi Transaksi:
Seorang Investor memprediksi harga kopi akan naik. Untuk itu, pada tanggal 2 Mei 2011 ia membeli 5 lot Kontrak Berjangka Kopi Arabika (ACF) dengan harga Rp. 70.000/kg. Ia melikuidasi seluruh kontrak pembeliannya pada harga Rp. 72.100/kg.

Perhitungan Laba/Rugi:
(Nilai Jual – Nilai Beli) X jumlah lot X contract size*
(72.100 – 72.000) X 5 lot X 2.000 kg = Rp. 21,000,000**

* Nilai contract size untuk ACF adalah 2000 kg dan RCF adalah 500 kg.
** Perhitungan ini adalah ilustrasi dan belum termasuk komisi dan bunga, dapat terjadi sebaliknya jika nasabah mengambil posisi yang tidak searah dengan pergerakan harga.