CFD Index

Stock index trading atau perdagangan indeks saham dapat didefinisikan sebagai kegiatan jual dan beli indeks saham sebuah bursa saham berdasarkan pergerakan fluktuasinya. Fluktuasi indeks saham inilah yang bisa anda manfaatkan dalam melakukan transaksi untuk mendapatkan profit atau keuntungan.Pada umumnya ada dua jenis pasar yang menggunakan indeks saham sebagai acuan, yaitu Spot Market dan Futures Market. Spot market menggunakan indeks saham sebagai indikator untuk melihat pergerakan harga-harga saham dari suatu bursa saham. Indeks saham ini tidak diperdagangkan, yang diperdagangkan adalah saham-saham yang tercatat di bursa tersebut atau bisa dikatakan perdagangan fisik. Pada Futures Market, indeks saham diasumsikan memiliki pergerakan di masa yang akan datang dan dapat diperdagangkan berdasarkan kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan dari indeks saham yang disebut sebagai kontrak berjangka.

Berikut ini adalah produk yang termasuk dalam Indeks Saham :

1. Indeks Saham Hong Kong (Hang Seng)
Indeks Hang Seng adalah sebuah indeks pasar saham berdasarkan kapitalisasi di bursa saham Hong Kong. Indeks ini digunakan untuk mendata dan memonitor perubahan harian dari perusahaan-perusahaan terbesar di Hong Kong dan sebagai indicatorutama dari peforma pasar saham di Hong Kong. Ke-43 perusahaan tersebut mewakili 65%dari nilai kapitalisasi seluruh nilai saham yang tercatat pada The Stock Exchange of Hong Kong Ltd. (SEHK). Oleh karena itu naik atau turunnya indeks HIS merupakan
refleksi performance dari keseluruhan saham-saham yang diperdagangkan.

Indeks Hang Seng memulai perdagangannya pada tanggal 24 November 1969, dan saat ini penyusunan dan pengelolaannya dilaksanakan oleh Hang Seng Indeks Limited, yang merupakan anak perusahaan Hang Seng Bank, salah satu bank yang terdaftar di pasar saham Hong Kong dan terbesar dalam hal kapitalisasi pasar.
Hang Seng Indeks Limited bertanggung jawab untuk menyusun, mempublikasikan dan mengelola Indeks Hang Seng.

2. Indeks Saham Jepang
Indeks Nikkei 225 merupakan indeks pasar saham untuk Bursa Saham Tokyo (TSE). Indeks ini digunakan untuk mendata dan memonitor perubahan harian dari perusahaan-perusahaan terbesar di Jepang dan sebagai indikator utama dari performa pasr saham Jepang.

Indeks Nikkei juga lebih sering disebut Nikkei, indeks Nikkei, atau Nikkei Stock Average. Indeks ini dihitung setiap hari oleh surat kabar Nihon Keizai Shimbun (Nikkei) sejak tahun 1950 , menggunakan metode perhitungan rata-rata harga tertimbang (unit yang digunakan adalah yen), dan komponen ditinjau setahun sekali.

3. Indeks Saham Korea
Indeks Saham korea 200 adalah salah satu dari beberapa index yang terdapat pada Korean Stock Exchange, yang mencakup 200 perusahaan unggulan dan tercatat di bursa korea. Index ini merupakan barometer terhadap pergerakan pasar saham Korea secara keseluruhan. Korean Stock Exchange memiliki beberapa jenis index diantara nya Indeks Saham Korea 200, Indeks Saham Korea 100, Indeks Saham Korea 50, Indeks Saham Korea IT dll.

Indeks Saham Kospimulai diperkenalkan pada tahun 1983 dengan nilai indeks dasar 100 pada tanggal 4 Januari, 1980, dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar saham Korea Selatan. Pada tahun 2007, volume harian KOSPI adalah ratusan juta saham atau setara dengan triliunan won.

Ilustrasi Transaksi : Hari ini anda memprediksi Indeks Saham Hang Seng mengalami kenaikan, maka pada pagi hari anda membeli di harga 24,664 sebanyak 2 lot. Siang harinya, nilai Indeks Hang Seng naik dan anda melikuidasi posisi di harga 24,771.

Perhitungan Laba/Rugi : (Nilai Jual – Nilai Beli) X jumlah lot X contract size*
(24,771 – 24,664) X 2 lot X 5 = $ 1,070**

* Nilai contract size untuk hang seng adalah 5.
** Perhitungan ini adalah ilustrasi dan belum termasuk komisi dan bunga, dapat terjadi sebaliknya jika nasabah mengambil posisi yang tidak searah dengan pergerakan harga.